sejarah cuka apel dan cara pembuatannya


Sejarah Cuka Apel



Cuka apel telah di gunakan selama ribuan tahun untuk mengobati berbagai keluhan penyakit. Hipporocates, bapak kedokteran modern, merekomendasikan penggunaan cuka apel yang dicampur dengan madu untuk mengobati demam dan flu pada tahun 400 SM. Sejak itu Cuka apel terus digunakan untuk mengobati berbagai penyakit termasuk nyeri. Cuka apel juga digunakan oleh tentara romawi dan para para pendekar samurai jepang sebagai ramuan untuk kesehatan, kekuatan, dan vitalitas.
Cuka apel juga digunakan untuk perang saudara Amerika serikat sebagai antiseptik untuk membersihkan luka para tentara dan terus digunakan untuk tujuan yang sama pada perang dunia I.

1. Cara membuat Cuka apel adalah sebagai berikut:
a. Disiapkan buah apel yang masak dan tidak busuk, dicuci bersih, jangan dikupas kulitnya, direbus dan ditambah air sebanyak 500
ml sampai mendidih agar buah apel tidak terjadi pencoklatan pada
saat diblender, didinginkan.

b. Buah apel yang sudah direbus, dipotong kecil – kecil, diblender
bersama dengan air rebusan buah apel, Kemudian disaring dengan
kain saring untuk mendapatkan sari buah (filtrat).

c. Diatur pH dari filtrat menjadi ± 4,5. Bila pH < 4 ditambahkan NaHCO3 dan bila > 5 ditambahkan asam sitrat.

d. Larutan sari buah apel ditambahkan gula pasir sebanyak ± 10%
(100 gr per liter),dan ditambah air sebanyak 500 ml, dipasteurisasikan pada suhu 70 – 80 ÂșC selama 15 menit (dihitung mulai dari setengah mendidih), lalu didinginkan dengan cara diangin-anginkan sampai suhunya turun, diaddkan ke dalam labu ukur 500 ml dihomogenkan, Kemudian dimasukan dalam botol fermentasi, Ditambahkan ragi roti (Saccharomyces cereviseae) sebanyak 0,5 gr untuk 500 ml sari buah apel.

e. Botol fermentasi disumbat dengan karet / gabus yang diberi
lubang kecil untuk memasukkan pipa plastik yang berbentuk “U”
serta rapatkan lubang gabus tadi dengan lilin dan ujung pipa dan
ujung pipa dimasukkan ke dalam air dimasukkan ke dalam air.

f. Dibiarkan pada suhu ruangan ± 14 hari. Fermentasi berlangsung
bila timbul gas CO2 yang terlihat dalam air berupa gelembung udara. Fermentasi akan berlangsung terus sampai gula dalam sari buah habis.

g. Selama peragian, botol penampung diisi air untuk menghalangi masuknya udara dari luar.

h. Apabila fermentasi telah selesai, larutan sari buah yang telah difermentasi disaring dengan menggunakan corong yang dilapisi kapas bersih.

i. Supaya ragi dapat tumbuh dan bekerja dengan baik dapat
ditambahkan amonium phosphat [ (NH4)3 PO4] 0,25 gram/liter.

j. Untuk menghambat atau membunuh pertumbuhan
mikroorganisme (bakteri atau kapang) yang tidak dikehendaki
dapat ditambahkan kalsium metabisulfit 0,125 gram/liter.

k. Awal fermentasi dihasilkan kadar alkohol hingga mendapatkan hasil kadar alkohol optimum. Setelah kadar alkohol optimum tercapai lakukan fermentasi kembali sehingga didapatkan kadar asam asetat optimum dalam pembuatan cuka apel, semakin lama fermentasi maka semakin bagus pula kadar asam asetat yang terjadi.

2.Hasil Reaksi Fermentasi
Hasil reaksi proses fermentasi pada produksi cuka apel adalah :
Gula (Glukosa, fruktosa, atau sukrosa) →  Alkohol (etanol) + karbondioksida + energi (ATP) + asam asetat.


Fermentasi Alkohol dalam persamaan berikut :
C6H12O6 + Saccharomyces cereseviae → 2C2H5OH + 2CO2
                                                                      
Gula Sederhana       Khamir                Alkohol Karbondioksida
Fermentasi Alkohol dalam persamaan berikut :
C2H5OH + O2 + Acetobacter acetii → CH3COOH + H2O
                                                                               
 Alkohol   Oksigen Bakteri Cuka         Asam asetat      Air

Adapun kandungan mineral dan vitamin dari cuka apel sebagai berikut:
Kalium:
 merupakan salah satu mineral dalam cuka apel yang berperan dalam proses
penyembuhan. Sebagai elektrolit yang komposisinya hampir sama denganelektrolit tubuh, kalium berguna meningkatkan metabolisme tubuh.
Asam amino:
 berperan sebagai bahan untuk membangun protein yang bermanfaat mengganti sel-sel tubuh yang rusak, sebagai pemberi kalori pada tubuh, membuat protein dalam darah yang berguna untuk mempertahankan tekanan osmose darah, menurunkan kadar kolesterol darah, menjaga keseimbangan asam basa cairan tubuh. Asam amino dalam cuka apel kadarnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bentuk buah apel segarnya.
Vitamin dan Beta Karoten :
· Vitamin A: berperan untuk menjaga kesehatan mata juga sebagai antioksidan untuk membersihkan radikal bebas yang membuat kerusakan sel.
· Vitamin B1 (tiamin): memelihara sifat permeabilitas dari dinding pembuluh darah. sehingga mencegah terjadinya penumpukan cairan jaringan tubuh (oedema) seperti pada penyakit beri-beri, memelihara fungsi syaraf sehingga mencegah terjadinya neuritis, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah rematik, kanker, arterosklerosis, stroke, dan memperbaiki kontraksi dinding lambung.
· Vitamin B2 (riboflavin): berperan untuk memproses asam amino, lemak, dan
karbohidrat hingga menghasilkan energi ATP yang diperlukan sel tubuh, juga sebagai antioksidan, pemeliharaan jaringan saraf, jaringan pelapis, kulit, dan kornea mata.
· Vitamin C: berperan dalam pembentukan substansi antar-sel dan berbagai jaringan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan sebagai zat antioksidan yang mampu membersihkan tubuh dari radikal bebas.
· Provitamin Beta Karoten: berperan sebagai antioksidan. Keberadaan beta karoten, vitamin A, dan bersama antioksidan lain bermanfaat untuk membersihkan radikal bebas sehingga kualitas darah dan sel lebih sehat.
Magnesium:
berperan sebagai perekat yang melekatkan kalsium dan fosfor pada tulang tulang dalam tubuh melawan osteoporosis, membantu fungsi saraf dan otot, mengatur irama jantung agar tetap normal, dan sebagai obat penenang alami (magnesium plus kalsium).
Enzim:
suatu protein yang bertindak sebagai katalis biologi untuk memperlancar
metobolisme zat-zat di dalam tubuh dan sekaligus meningkatkan daya tahan atau imunitas tubuh terhadap adanya zat asing yang dapat merugikan tubuh.
Serat pectin:
merupakan senyawa polisakarida yang bisa larut dalam air yang berfungsi
sebagai pelindung yang melindungi dinding lambung dan usus, sehingga akan terlindungi bila terdapat luka, toksin kuman, atau asam lambung yang berlebih. Beberapa fungsi lain dari serat pectin:
· Merangsang gerak peristaltic usus sehingga pencernaan terhadap makanan menjadi lebih baik.
· Membentuk volume makanan sehingga memberikan rasa kenyang.
· Melunakkan dan memadatkan feses sehingga memudahkan defikasi (buang air besar) dan mencegah konstipasi (sembelit).
· Mencegah penyerapan lemak dan kolesterol, karena serat merangsang sekresi (pengeluaran) getah empedu yang membuat lemak menjadi emulsi dan terbuang bersama feses (kotoran).
· Memperlambat penyerapan glukosa sehingga membantu mencegah kenaikan glukosa (gula darah) pada penderita diabetes mellitus.
· Membentuk lapisan gel di dinding lambung sehingga efektif mengatasi penyakit maag.
· Mencegah terjadinya kanker usus terutama kanker colon (usus besar).
· Sebagai antikolesterol, bila berinteraksi dengan vitamin C dapat menurunkan kolesterol darah. Selain itu, pectin juga dapat menyerap kelebihan air dalam usus dan memperlunak feses serta mengikat dan menghilangkan racun dalam isi usus. 

Konon, cuka apel sudah digunakan sejak ratusan tahun yang lalu untuk mengurangi nyeri pada artritis, mengobati sakit tenggorokan, hipertensi, peningkatan kadar kolesterol, jerawat, dan gangguan kulit. Cuka apel juga telah dimanfaatkan oleh orang Mesir dan Romawi zaman dulu sebagai ramuan herbal. Cuka apel tidak menimbulkan keasaman dalam tubuh, walaupun sebenarnya rasa dari cuka apel tersebut masam. Seperti kita ketahui, tidak selalu makanan yang rasanya asam memiliki pH asam. Contoh, jeruk, nanas, mangga, jeruk nipis, atau jeruk lemon termasuk makanan dengan pH basa. Sebaliknya makanan dengan pH asam tidak selalu rasanya asam. Contoh makanan dengan pH asam; daging yang dapat meningkatkan keasaman darah, coklat yang rasanya sama sekali tidak asam, dll. Hal ini disebabkan karena faktor yang menentukan makanan termasuk pembentuk asam atau basa bukan berdasarkan rasa atau baunya, melainkan dari jenis kandungan mineralnya, kadar proteinnya, dan kadar airnya. Terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan pH asam, dapat meningkatkan keasaman dalam darah sehingga menimbulkan kondisi yang disebut asidosis. Asidosis menyebabkan gangguan metabolisme yang diikuti terjadinya pengentalan atau penggumpalan darah, salah gizi (malnutrisi), serta munculnya penyakit-penyakit degeneratif, termasuk obesitas.

Saat ini, cuka apel bisa didapatkan dengan mudah di berbagai supermarket. Tapi untuk mendapatkan manfaat kesehatan yang terbaik dari cuka apel, kamu wajib cermat dalam memilih cuka apel dengan kualitas terbaik. Lalu, bagaimanakah cara memilih cuka apel yang baik?

Ada beberapa jenis cuka apel yang bisa kamu pilih, namun pilihan terbaik adalah cuka apel organik yang belum dipasteurisasi dan belum disaring. Cuka apel organik tentunya lebih sehat karena bebas pestisida dan terbuat dari produk yang 100% alami. Selain itu, cuka apel yang belum dipasteurisasi dan belum disaring memiliki enzim dan bakteri bermanfaat yang lebih banyak dibandingkan cuka apel yang sudah dipasteurisasi dan sudah disaring. Maklum, cuka apel yang telah dipasteurisasi berarti telah dipanaskan dalam suhu tinggi sehingga beberapa bakteri dan enzim yang bermanfaat bagi kesehatan justru akan mati dalam proses tersebut.

Kalau kamu perhatikan, cuka apel yang belum dipasteurisasi dan belum disaring memang terlihat agak keruh. Biar begitu, kamu tidak perlu khawatir. Warna keruh dari cuka apel tidak berarti cuka apel sudah tidak segar, melainkan karena adanya bakteri dan enzim sehat dalam cuka apel tersebut. Selain itu, cuka apel yang berkualitas masih memiliki ‘Mother‘, alias lapisan menyerupai sarang laba-laba pada permukaan cuka apel. Keberadaan ‘Mother‘ ini menunjukkan bahwa bakteri dan enzim yang bermanfaat bagi kesehatan masih ada dan ‘hidup‘ pada cuka apel tersebut.

Berbagai manfaat kesehatan yang diberikan cuka apel membuat popularitas bahan alami ini semakin meningkat di masyarakat. Tentu saja, kamu tidak bisa hanya mengandalkan cuka apel untuk merawat kesehatan dan kecantikan.

Asupan makanan yang sehat dan bergizi serta olahraga teratur tentu akan membuat kesehatan dan kecantikan kulit serta tubuh kamu semakin terjaga. Yuk, lengkapi gaya hidup sehat dengan memanfaatkan cuka apel untuk perawatan kesehatan dan kecantikan kulitmu!




CUKA APEL BERKUALITAS??HANYA ADA DI KAMI,KLIK LINK whatsapp DI BAWAH INI









Komentar

Postingan populer dari blog ini

APEL ROME BEAUTY

sari cuka apel