sari cuka apel


Sari cuka apel


Sari cuka apel atau cuka sari apel, adalah cuka yang dibuat dari jus apel yang difermentasi, dan digunakan dalam dressing salad, bumbu perendam, vinaigrettes, pengawet makanan, dan salam. Itu dibuat dengan menghancurkan apel, lalu memeras jusnya.

Kandungan Gizi
Sari cuka apel
Jumlah Per 100 g :

Kalori (kcal) 21
Jumlah Lemak 0 g            
Lemak jenuh 0 g              
Lemak tak jenuh ganda 0 g         
Lemak tak jenuh tunggal 0 g       
Lemak trans 0 g
Kolesterol 0 mg
Natrium 5 mg    
Kalium 73 mg    
Jumlah Karbohidrat 0,9 g             
Serat pangan 0 g              
Gula 0,4 g           
Protein 0 g         
Vitamin A            0 IU        Vitamin C             0 mg
Kalsium                7 mg      Zat besi                0,2 mg
Vitamin D            0 IU        Vitamin B6          0 mg
Vitamin B12        0 µg        Magnesium        5 m

Hasil reaksi proses fermentasi
pada cuka apel adalah :

Gula (Glukosa, fruktosa, atau sukrosa) →  Alkohol (etanol) + karbondioksida + energi (ATP) + asam asetat.

Fermentasi Alkohol dalam persamaan berikut :

C6H12O6 + Saccharomyces cereseviae → 2C2H5OH + 2CO2

                                                                      

Gula Sederhana       Khamir                Alkohol Karbondioksida

Fermentasi Alkohol dalam persamaan berikut :

C2H5OH + O2 + Acetobacter acetii → CH3COOH + H2O

                                                                               

 Alkohol   Oksigen Bakteri Cuka         Asam asetat      Air

Kandungan zat pada buah Apel

1) Flavonoid

Flavonoid pada buah apel paling banyak dibandingkan dengan buah –buahan lain. Flavonoid tersebut, mampu menurunkan risiko kena penyakit kanker paru-paru sampai 50 persen, selain itu juga quacertin, sejenis flavonoid yang terkandung dalam apel, dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker prostat (klinikmayo.2010).

2) Fitokimia

Fitokimia di dalam apel juga akan berfungsi sebagai antioksidan yang melawan kolesterol jahat (LDL, Low Density Lipoprotein), yang potensial menyumbat pembuluh darah dan juga Antioksidan akan mencegah kerusakan sel-sel atau jaringan pembuluh darah. Pada saat bersamaan, antioksidan akan meningkatkan kolesterol baik (HDL, High Density Lipoprotein), yang bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah (British Medical Journal,1996).

3) Pektin

Kandungan pektin (serat larut yang dikandung buahbuahan dan sayuran), telah diteliti dan terbukti menurunkan kadar kolesterol di dalam darah. Secara spesifik pada sebuah penelitian awal, terbukti bahwa dalam apel ditemukan asam D-glucaric yang bermanfaat mengatur kadar kolesterol, jenis asam ini mampu mengurangi kolesterol sampai 35 persen. Apel sebesar lima gram berukuran sedang mempunyai serat yang tinggi dan serat ini bermanfaat untuk melencarkan pencernaan dan menurunkan berat badan (Cornell University.Amerika,1996).

4) Tannin

Apel mengandung tannin yang berkonsentrasi tinggi. Tannin ini mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi yang disebabkan oleh tumpukan plak. Tidak hanya itu, tannin juga berfungsi mencegah infeksi saluran kencing dan menurunkan risiko penyakit jantung (Yuliati, 2007).


Definisi Cuka Apel


Cuka apel adalah cairan hasil fermentasi buah apel segar yang mula mula gula diubah menjadi alkohol (etanol), kemudian alkohol ini diubah menjadi asam asetat (Anonymous, 2006).

Asam Asetat (CH3COOH)

Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa kimia asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini seringkali ditulis dalam bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam asetat murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16.7°C. Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. (Depkes RI,1995) Fermentasi asam asetat adalah fermentasi aerobik atau respirasi oksidatif, yaitu respirasi dengan oksidasi berlangsung tidak sempurna dan menghasilkan produk-produk akhir berupa senyawa organik seperti asam asetat. Proses ini dilakukan oleh bakteri dari genus Acetobacter dan Gluconobacter. Kondisi respirasi oksidatif ini dapat dilakukan dengan kultur murni, tetapi kondisinya tidak selalu aseptis oleh karena pH yang rendah serta adanya alkohol dalam media merupakan faktor penghambat bagi mikroorganisme lain selain Acetobacter acetii. Mekanisme fermentasi asam asetat ada 2 yaitu fermentasi alkohol dan fermentasi asam asetat. Pada fermentasi alkohol mula-mula gula yang terdapat pada bahan baku akan dibongkar oleh khamir menjadi alkohol dan gas CO2 yang berlangsung secara anaerobik. Setelah alkohol dihasilkan maka dilakukan fermentasi asam asetat,dimana bakteri asam asetat akan mengubah alkohol menjadi asam asetat.Setelah terbentuk asam asetat fermentasi harus segera dihentikan supaya tidak terjadi fermentasi lebih lanjut oleh bakteri pembusuk yang dapat menimbullkan kerusakan.Cuka Buah Apel Merk Moornie yang terbuat dari fermentasi 100% buah apel murni jenis rome beauty terbaik pertama di Indonesia. Fermentasi dalam bentuk segar ( Raw Apple Vinegar ) membuat Moornie lebih kaya nutrisi, antioksidan, vitamin, enzim, probiotik dan mineral yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuh.


Cuka Buah Apel Merk Moornie yang terbuat dari fermentasi 100% buah apel murni jenis rome beauty terbaik pertama di Indonesia. Fermentasi dalam bentuk segar ( Raw Apple Vinegar ) membuat Moornie lebih kaya nutrisi, antioksidan, vitamin, enzim, probiotik dan mineral yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan tubuh.

hanya ada di kami,hubungi nomor whatssapp kami segera untuk pemesanan



Komentar

Postingan populer dari blog ini

APEL ROME BEAUTY

sejarah cuka apel dan cara pembuatannya