APEL DAN KANDUNGANNYA
Apel adalah tanaman buah yang
biasa tumbuh di iklim sub tropis, apel.Di Indonesia dikembangkan di beberapa wilayah, terutama di
wilayah Pasuruan, khususnya di Kecamatan Tutur Nongkojajar. Pada pembuatan Cuka
apel, buah apel yang dipakai dalam pembuatannya adalah jenis Apel hijau malang
(manalagi) nama latinnya Malus sylvestris mill yang berasal dari Australia dan
dan kini sedang dikembangkan di Indonesia (Anonymous,2005). Apel untuk cuka
biasanya terlalu masam dan sepat untuk dimakan segar tetapi memberikan rasa
yang memuaskan pada cuka.
Jenis Jenis Apel
Jenis jenis apel yang dikembangkan di Indonesia adalah:
1. Rome beauty
2. Manalagi
3. Anna princess nobble
4. Wanglin
5. New Zeland
(Soelarso, 1996)
Kandungan Apel
1) Flavonoid
Flavonoid pada buah apel paling banyak dibandingkan dengan
buah –buahan lain. Flavonoid tersebut, mampu menurunkan risiko kena penyakit
kanker paru-paru sampai 50 persen, selain itu juga quacertin, sejenis flavonoid
yang terkandung dalam apel, dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker
prostat (klinikmayo.2010).
2) Fitokimia
Fitokimia di dalam apel juga akan berfungsi sebagai
antioksidan yang melawan kolesterol jahat (LDL, Low Density Lipoprotein), yang
potensial menyumbat pembuluh darah dan juga Antioksidan akan mencegah kerusakan
sel-sel atau jaringan pembuluh darah. Pada saat bersamaan, antioksidan akan
meningkatkan kolesterol baik (HDL, High Density Lipoprotein), yang bermanfaat
untuk mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah (British Medical Journal,1996).
3) Pektin
Kandungan pektin (serat larut yang dikandung buahbuahan dan
sayuran), telah diteliti dan terbukti menurunkan kadar kolesterol di dalam
darah. Secara spesifik pada sebuah penelitian awal, terbukti bahwa dalam apel
ditemukan asam D-glucaric yang bermanfaat mengatur kadar kolesterol, jenis asam
ini mampu mengurangi kolesterol sampai 35 persen. Apel sebesar lima gram
berukuran sedang mempunyai serat yang tinggi dan serat ini bermanfaat untuk
melencarkan pencernaan dan menurunkan berat badan (Cornell
University.Amerika,1996).
4) Tannin
Apel mengandung tannin yang berkonsentrasi tinggi. Tannin
ini mengandung zat yang dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi yang
disebabkan oleh tumpukan plak. Tidak hanya itu, tannin juga berfungsi mencegah
infeksi saluran kencing dan menurunkan risiko penyakit jantung (Yuliati, 2007).
Cuka Apel
Cuka apel adalah cairan hasil fermentasi buah apel segar
yang mula mula gula diubah menjadi alkohol (etanol), kemudian alkohol ini
diubah menjadi asam asetat (Anonymous, 2006).
Asam Asetat (CH3COOH)
Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah senyawa
kimia
asam organik yang dikenal sebagai pemberi rasa asam dan
aroma dalam makanan. Asam cuka memiliki rumus empiris C2H4O2. Rumus ini
seringkali
ditulis dalam bentuk CH3-COOH, CH3COOH, atau CH3CO2H. Asam
asetat
murni (disebut asam asetat glasial) adalah cairan
higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku 16.7°C. Asam asetat merupakan
salah satu asam karboksilat paling sederhana, setelah asam format. Larutan asam
asetat dalam air merupakan sebuah asam lemah, artinya hanya terdisosiasi
sebagian menjadi ion H+ dan CH3COO-. (Depkes RI,1995) Fermentasi asam asetat
adalah fermentasi aerobik atau respirasi oksidatif, yaitu respirasi dengan
oksidasi berlangsung tidak sempurna dan menghasilkan produk-produk akhir berupa
senyawa organik seperti asam asetat. Proses ini dilakukan oleh bakteri dari
genus Acetobacter dan Gluconobacter. Kondisi respirasi oksidatif ini dapat
dilakukan dengan kultur murni, tetapi kondisinya tidak selalu aseptis oleh
karena pH yang rendah serta adanya alkohol dalam media merupakan faktor
penghambat bagi mikroorganisme lain selain Acetobacter acetii. Mekanisme
fermentasi asam asetat ada 2 yaitu fermentasi alkohol dan fermentasi asam
asetat. Pada fermentasi alkohol mula-mula gula yang terdapat pada bahan baku
akan dibongkar oleh khamir menjadi alkohol dan gas CO2 yang berlangsung secara
anaerobik. Setelah alkohol dihasilkan maka dilakukan fermentasi asam
asetat,dimana bakteri asam asetat akan mengubah alkohol menjadi asam
asetat.Setelah terbentuk asam asetat fermentasi harus segera dihentikan supaya
tidak terjadi fermentasi lebih lanjut oleh bakteri pembusuk yang dapat
menimbullkan kerusakan (Day JR, R.A. dan AL Underwood, 2002).
Alat dan
bahan pembuatan cuka apel
1. Bahan-bahan yang
di gunakan :
- Apel 500 gr
- Gula 100 gr
- Air 500 ml
- amonium
phosphat [ (NH4)3 PO4] 0,25 gram/liter
- kalsium
metabisulfit 0,125 gram/liter
- NaHCO3
- asam sitrat
- ragi roti
(Saccharomyces cereviseae) sebanyak 0,5 gr untuk 500 ml sari buah apel.
2. Peralatan yang
digunakan adalah sebagai berikut :
- Timbangan
- Kain saring
- Baskom
- Panci
- toples
- kompor
- belender
- labu ukur
- lilin
Manfaaat dari pembuataan CUKA APEL
Buah apel yang selama ini kita kenal dengan segala kandungan vitamin, mineral,
serta unsurunsur lainnya seperti fitokimian, serat tanin, dll, ternyata dapat
juga diolah menjadi cuka. Cuka apel (apple cider vinegar) berasal dari hasil
fermentasi buah apel segar. Cairan bening kuning keemasan ini memiliki rasa
yang masam dan aroma segar menyengat. Konon, cuka apel sudah digunakan sejak
ratusan tahun yang lalu untuk mengurangi nyeri pada artritis, mengobati sakit
tenggorokan, hipertensi, peningkatan kadar kolesterol, jerawat, dan gangguan
kulit. Cuka apel juga telah dimanfaatkan oleh orang Mesir dan Romawi zaman dulu
sebagai ramuan herbal. Cuka apel tidak menimbulkan keasaman dalam tubuh,
walaupun sebenarnya rasa dari cuka apel tersebut masam. Seperti kita ketahui,
tidak selalu makanan yang rasanya asam memiliki pH asam. Contoh, jeruk, nanas,
mangga, jeruk nipis, atau jeruk lemon termasuk makanan dengan pH basa.
Sebaliknya makanan dengan pH asam tidak selalu rasanya asam. Contoh makanan
dengan pH asam; daging yang dapat meningkatkan keasaman darah, coklat yang
rasanya sama sekali tidak asam, dll. Hal ini disebabkan karena faktor yang
menentukan makanan termasuk pembentuk asam atau basa bukan berdasarkan rasa
atau baunya, melainkan dari jenis kandungan mineralnya, kadar proteinnya, dan
kadar airnya. Terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan pH asam, dapat
meningkatkan keasaman dalam darah sehingga menimbulkan kondisi yang disebut
asidosis. Asidosis menyebabkan gangguan metabolisme yang diikuti terjadinya
pengentalan atau penggumpalan darah, salah gizi (malnutrisi), serta munculnya
penyakit-penyakit degeneratif, termasuk obesitas.
Adapun kandungan mineral dan vitamin dari cuka apel sebagai berikut:
Kalium:
merupakan salah satu mineral dalam cuka apel yang berperan dalam
proses
penyembuhan. Sebagai elektrolit yang komposisinya hampir sama
denganelektrolit tubuh, kalium berguna meningkatkan metabolisme tubuh.
Asam amino:
berperan sebagai bahan untuk membangun protein yang bermanfaat
mengganti sel-sel tubuh yang rusak, sebagai pemberi kalori pada tubuh, membuat
protein dalam darah yang berguna untuk mempertahankan tekanan osmose darah,
menurunkan kadar kolesterol darah, menjaga keseimbangan asam basa cairan tubuh.
Asam amino dalam cuka apel kadarnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan
bentuk buah apel segarnya.
Vitamin dan Beta Karoten :
· Vitamin A: berperan untuk menjaga kesehatan mata juga sebagai antioksidan
untuk membersihkan radikal bebas yang membuat kerusakan sel.
· Vitamin B1 (tiamin): memelihara sifat permeabilitas dari dinding pembuluh
darah. sehingga mencegah terjadinya penumpukan cairan jaringan tubuh (oedema)
seperti pada penyakit beri-beri, memelihara fungsi syaraf sehingga mencegah
terjadinya neuritis, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah rematik,
kanker, arterosklerosis, stroke, dan memperbaiki kontraksi dinding lambung.
· Vitamin B2 (riboflavin): berperan untuk memproses asam amino, lemak, dan
karbohidrat hingga menghasilkan energi ATP yang diperlukan sel tubuh, juga
sebagai antioksidan, pemeliharaan jaringan saraf, jaringan pelapis, kulit, dan
kornea mata.
· Vitamin C: berperan dalam pembentukan substansi antar-sel dan berbagai
jaringan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan sebagai zat antioksidan yang mampu
membersihkan tubuh dari radikal bebas.
· Provitamin Beta Karoten: berperan sebagai antioksidan. Keberadaan beta
karoten, vitamin A, dan bersama antioksidan lain bermanfaat untuk membersihkan
radikal bebas sehingga kualitas darah dan sel lebih sehat.
Magnesium:
berperan sebagai perekat yang melekatkan kalsium dan fosfor pada tulang
tulang dalam tubuh melawan osteoporosis, membantu fungsi saraf dan otot,
mengatur irama jantung agar tetap normal, dan sebagai obat penenang alami
(magnesium plus kalsium).
Enzim:
suatu protein yang bertindak sebagai katalis biologi untuk memperlancar
metobolisme zat-zat di dalam tubuh dan sekaligus meningkatkan daya tahan
atau imunitas tubuh terhadap adanya zat asing yang dapat merugikan tubuh.
Serat pectin:
merupakan senyawa polisakarida yang bisa larut dalam air yang berfungsi
sebagai pelindung yang melindungi dinding lambung dan usus, sehingga akan
terlindungi bila terdapat luka, toksin kuman, atau asam lambung yang berlebih.
Beberapa fungsi lain dari serat pectin:
· Merangsang gerak peristaltic usus sehingga pencernaan terhadap makanan
menjadi lebih baik.
· Membentuk volume makanan sehingga memberikan rasa kenyang.
· Melunakkan dan memadatkan feses sehingga memudahkan defikasi (buang air
besar) dan mencegah konstipasi (sembelit).
· Mencegah penyerapan lemak dan kolesterol, karena serat merangsang sekresi
(pengeluaran) getah empedu yang membuat lemak menjadi emulsi dan terbuang
bersama feses (kotoran).
MAU TAU INFO TENTANG CUKA APEL BERKUALITAS??KLIK LINK DI BAWAH INI


Komentar
Posting Komentar