Tips Penggunaan CUKA APEL pada wajah
TIPS PENGGUNAAN CUKA APEL
Sebelum mengoleskan cuka apel secara merata di seluruh
permukaan kulit wajah, sebaiknya tes dulu dengan mengusapkan cuka tipis-tipis
di kulit belakang telinga atau punggung tangan. Tunggu sekitar 1-2 jam dan jika
setelahnya kulit menjadi merah atau justru teriritasi, jangan gunakan cuka apel
untuk wajah.
Bila tidak muncul efek yang mengkhawatirkan, Anda boleh
mengoleskan cuka apel di wajah tapi larutkan dulu dengan sedikit air. Celupkan
kapas bersih ke larutan tersebut dan usapkan ke kulit muka secara merata.
Jika masih ragu, konsultasi ke dokter kulit mengenai cara
yang lebih aman untuk merawat kulit wajah.
Apa manfaat
cuka apel untuk perawatan kulit wajah?
Cuka apel mengandung komponen antioksidan dan antibakteri
yang cukup tinggi. Dari sinilah orang-orang mulai menggunakan cuka apel sebagai
salah satu cara perawatan wajah alami. Salah satunya sebagai obat jerawat.
Manfaat cuka apel sebagai obat jerawat khususnya datang dari
kombinasi kandungan asam asetat, sitrat, laktat, dan suksinatnya yang sudah
terbukti oleh banyak studi ilmiah berbeda dapat membunuh bakteri penyebab
jerawat, yaitu Propionibacterium acnes.
Namun,
amankah pakai cuka apel untuk wajah?
Meski potensi cuka apel untuk kecantikan sudah “diceritakan”
oleh cukup banyak penelitian, bukan berarti Anda boleh sembarangan memakainya
di wajah.
Menurut dr. Listya Paramita, Sp.KK, dokter spesialis kulit
yang berpraktik di Elsheskin Aestetic Clinic dan sekaligus juga menjadi pengisi
kolom Experts di Hello Sehat, cuka apel termasuk bahan alami yang sebetulnya
tidak disarankan untuk langsung dioles pada kulit. Kenapa?
Dari sisi ilmu medis, sampai saat ini belum ada studi ilmiah
yang benar-benar dapat membuktikan tentang keamanan, manfaat, serta kemanjuran
cuka apel buat wajah. Studi-studi yang sudah ada masih terbatas sebagai
penelitian kecil di laboratorium dan hanya menilik kandungan asam dalam cuka
secara terpisah.
Itu sebabnya nyatanya tidak semua orang dapat merasakan efek
yang sama dari cuka apel. Pada orang-orang yang memiliki jenis kulit normal
atau masalah ringan, cuka apel mungkin saja bermanfaat.
Namun pada orang-orang tertentu yang masalah kulitnya lebih
serius atau kompleks, pengolesan cuka apel dapat berbalik memperparah kondisi
yang dimiliki.
Jangan pakai cuka apel jika kulit Anda sensitif Ya. Jika
kulit Anda sensitif atau punya luka terbuka, seperti bekas jerawat yang
dipencet dan belum sembuh, ada kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami
risiko efek samping dari pemakaian cuka apel secara sembarangan.Penting
diketahui bahwa kadar pH cuka apel cukup tinggi, yaitu sekitar 2-3. Mengoleskan
bahan yang ber-pH asam tinggi rentan menyebabkan iritasi dan ruam kemerahan
pada kulit wajah yang sensitif.
Beberapa contoh kasus bahkan melaporkan asam dari cuka dapat
menyebabkan terjadinya luka bakar kimia pada kulit wajah, apalagi jika
dibiarkan dalam waktu lama.
Segala kemungkinan risiko ini membuat sebagian besar dokter
kulit dan ahli kecantikan tidak menyarankan masyarakat menggunakan cuka apel
untuk wajah.
Cara aman
pakai cuka apel untuk kulit
Jika Anda masih penasaran tentang manfaat cuka apel sebagai
perawatan wajah, tidak ada salahnya untuk mencoba asalkan tahu cara amannya.
Sebelum mengoleskan cuka apel secara merata di seluruh
permukaan kulit wajah, sebaiknya tes dulu dengan mengusapkan cuka tipis-tipis
di kulit belakang telinga atau punggung tangan. Tunggu sekitar 1-2 jam dan jika
setelahnya kulit menjadi merah atau justru teriritasi, jangan gunakan cuka apel
untuk wajah.
Bila tidak muncul efek yang mengkhawatirkan, Anda boleh
mengoleskan cuka apel di wajah tapi larutkan dulu dengan sedikit air. Celupkan
kapas bersih ke larutan tersebut dan usapkan ke kulit muka secara merata.
Jika masih ragu, konsultasi ke dokter kulit mengenai cara
yang lebih aman untuk merawat kulit wajah.
Tips
Menggunakan Cuka Apel di Wajah
Bahaya cuka apel untuk wajah sebenarnya bisa dihindari
dengan beberapa cara. Hal yang penting untuk diperhatikan adalah penggunaannya
haruslah disesuaikan dengan kebutuhan kulit kita. Agar penggunaan cuka apel
lebih aman, simak beberapa tips berikut ini!
1.Kenali kebutuhan kulitmu
Tips menghindari bahaya cuka apel yang pertama adalah dengan
mengenali kebutuhan kulitmu sendiri. Baik kulit kering, normal, maupun
berminyak, sama-sama bisa memiliki jerawat. Meskipun begitu, ingat bahwa cuka
apel tidak disarankan untuk digunakan oleh pemilik kulit kering.
2. Perhatikan kandungan cuka apel
Bahan-bahan yang terkandung dalam setiap cuka apel mungkin
akan sama, tapi ternyata konsentrasi asam asetat dan asam sitratnya
berbeda-beda. Inilah yang menentukan seberapa kerasnya cuka apel.Dilansir dari
Health Line, kadar asam asetat dalam cuka apel berkisar antara 1-10,57%,
sedangkan untuk asam sitrat sekitar 0-18,5%. Penggunaan awal sebaiknya pilih
yang konsentrasi asamnya tidak terlalu tinggi.
3. Gunakan cuka apel sesuai dengan takarannya
Cuka apel tidak dapat digunakan secara langsung pada kulit,
tapi harus dicampurkan dulu dengan air dengan skala 1:1 atau bahkan 1:2. Jika
digunakan tanpa dicampurkan dengan air maka risiko efek samping penggunaannya
akan semakin tinggi.Mencampurkan cuka apel dengan air bukan hanya disarankan
untuk penggunaan sebagai perawatan wajah, tapi juga penggunaan cuka apel yang
diminum untuk mengatasi berbagai macam penyakit.Selain agar tidak terlalu
keras, mencampurkan cuka apel dengan air juga berguna untuk meminimalisir bau
dari cuka apel yang sangat menyengat.
4. Aplikasikan cuka apel dengan benar
Setelah dicampurkan dengan air, jangan langsung
mengaplikasikan cuka apel menggunakan tangan ke wajah. Penggunaan kapas sangat
disarankan untuk mengaplikasikan campuran cuka apel ke wajah.Itu dia berbagai
bahaya cuka apel untuk wajah dan tips untuk menghindarinya. Cuka apel bisa
digunakan sebagai toner atau sebagi pembersih make up. Setelah menggunakan cuka
apel, sebaiknya bilas kembali wajah dengan air bersih dan sabun pembersih, agar
bau dari cuka apel tidak tertinggal di wajah. Selamat mencoba!
Adapun kandungan mineral dan vitamin dari cuka apel sebagai berikut:
Kalium:
merupakan salah satu mineral dalam cuka apel yang berperan dalam
proses
penyembuhan. Sebagai elektrolit yang komposisinya hampir sama
denganelektrolit tubuh, kalium berguna meningkatkan metabolisme tubuh.
Asam amino:
berperan sebagai bahan untuk membangun protein yang bermanfaat
mengganti sel-sel tubuh yang rusak, sebagai pemberi kalori pada tubuh, membuat
protein dalam darah yang berguna untuk mempertahankan tekanan osmose darah,
menurunkan kadar kolesterol darah, menjaga keseimbangan asam basa cairan tubuh.
Asam amino dalam cuka apel kadarnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan
bentuk buah apel segarnya.
Vitamin dan Beta Karoten :
· Vitamin A: berperan untuk menjaga kesehatan mata juga sebagai antioksidan
untuk membersihkan radikal bebas yang membuat kerusakan sel.
· Vitamin B1 (tiamin): memelihara sifat permeabilitas dari dinding pembuluh
darah. sehingga mencegah terjadinya penumpukan cairan jaringan tubuh (oedema)
seperti pada penyakit beri-beri, memelihara fungsi syaraf sehingga mencegah
terjadinya neuritis, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah rematik,
kanker, arterosklerosis, stroke, dan memperbaiki kontraksi dinding lambung.
· Vitamin B2 (riboflavin): berperan untuk memproses asam amino, lemak, dan
karbohidrat hingga menghasilkan energi ATP yang diperlukan sel tubuh, juga
sebagai antioksidan, pemeliharaan jaringan saraf, jaringan pelapis, kulit, dan
kornea mata.
· Vitamin C: berperan dalam pembentukan substansi antar-sel dan berbagai
jaringan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan sebagai zat antioksidan yang mampu
membersihkan tubuh dari radikal bebas.
· Provitamin Beta Karoten: berperan sebagai antioksidan. Keberadaan beta
karoten, vitamin A, dan bersama antioksidan lain bermanfaat untuk membersihkan
radikal bebas sehingga kualitas darah dan sel lebih sehat.
Magnesium:
berperan sebagai perekat yang melekatkan kalsium dan fosfor pada tulang
tulang dalam tubuh melawan osteoporosis, membantu fungsi saraf dan otot,
mengatur irama jantung agar tetap normal, dan sebagai obat penenang alami
(magnesium plus kalsium).
Enzim:
suatu protein yang bertindak sebagai katalis biologi untuk memperlancar
metobolisme zat-zat di dalam tubuh dan sekaligus meningkatkan daya tahan
atau imunitas tubuh terhadap adanya zat asing yang dapat merugikan tubuh.
Serat pectin:
merupakan senyawa polisakarida yang bisa larut dalam air yang berfungsi
sebagai pelindung yang melindungi dinding lambung dan usus, sehingga akan
terlindungi bila terdapat luka, toksin kuman, atau asam lambung yang berlebih.
Beberapa fungsi lain dari serat pectin:
· Merangsang gerak peristaltic usus sehingga pencernaan terhadap makanan
menjadi lebih baik.
· Membentuk volume makanan sehingga memberikan rasa kenyang.
· Melunakkan dan memadatkan feses sehingga memudahkan defikasi (buang air
besar) dan mencegah konstipasi (sembelit).
· Mencegah penyerapan lemak dan kolesterol, karena serat merangsang sekresi
(pengeluaran) getah empedu yang membuat lemak menjadi emulsi dan terbuang
bersama feses (kotoran).
· Memperlambat penyerapan glukosa sehingga membantu mencegah kenaikan
glukosa (gula darah) pada penderita diabetes mellitus.
· Membentuk lapisan gel di dinding lambung sehingga efektif mengatasi
penyakit maag.
· Mencegah terjadinya kanker usus terutama kanker colon (usus besar).
· Sebagai antikolesterol, bila berinteraksi dengan vitamin C dapat
menurunkan kolesterol darah. Selain itu, pectin juga dapat menyerap kelebihan
air dalam usus dan memperlunak feses serta mengikat dan menghilangkan racun
dalam isi usus. Adapun khasiat dan manfaat dari cuka apel sebagai berikut:
1. Antibakteri dan antiseptik.
2. Hipokolesterolemik yaitu menurunkan lonjakan kadar kolesterol darah.
3. Meningkatkan daya tahan tubuh.
4. Melegakan saluran pernapasan.
5. Meredakan saluran pencernaan yang terganggu, kencing sakit, asma,
rematik, artritis, demam, dan radang hidung. Untuk membantu mengatasi demam,
oleskan cuka apel ke bagian tubuh, terutama dada, punggung, dan lipatan (siku,
ketiak, dan selangkangan).
6. Meredakan rasa letih dan lesu yang diakibatkan oleh miskinnya pasokan
darah yang kaya oksigen sehingga asam urat menumpuk. Jika disertai rasa tidak
nyaman dan gatal, bisa jadi karena toksemia (keracunan dalam darah). Bisa
diatasi dengan membuat ramuan 3/4 cangkir cuka apel, tambahkan 1/4 cangkir
madu, aduk. Minumlah sedikit-sedikit. Agar badan segar sepanjang hari, enak
tidur dan daya tahan tubuh lebih baik, minum setiap pagi setelah
sarapan.
7. Campurkan cuka apel dan air hangat dalam jumlah yang sama. Gunakan untuk
berkumur di tenggorokan sambil menengadahkan kepala, lalu buang. Berkhasiat
menyembuhkan batuk dan sakit tenggorokan.
8. Sebagai obat luar, oleskan cuka apel pada luka goresan, kulit terbakar,
atau tersengat matahari, bengkak, memar, eksim, keseleo, dan gigitan serangga.
9. Minum 2 sendok teh cuka ditambah air hangat sampai menjadi segelas, 2
kali setiap hari bagi penderita hipertensi dan hiperlipidermia (kadar lemak
darah berlebihan). Dapat mencegah serangan jantung, stroke, katarak, rematik,
alzheimer, osteoporosis (pengeroposan tulang) dan melawan kanker. Boleh
ditambahkan madu dalam penyajiannya.
10. Tuang sedikit cuka apel pada kapas/perban, oleskan pada kadas, kurap
dan kutu air. Bagi penderita kutu air dan kaki bau, rendam kaki dalam air
hangat yang dibubuhi cuka apel.
11. Mencegah dan mengobati ketombe dengan cara menghangatkan cuka apel
kemudian oleskan pada kulit kepala.
Untuk dosis pemakaian cuka
apel, secara umum cukup dengan ½-1 sdm cuka apel dicampur dengan segelas air.
Minum 2-3 kali sehari beberapa menit sebelum makan. Dosis ini juga dianjurkan
bagi penderita artritis. Bila belum biasa dengan rasanya, boleh ditambah dengan
1 sdt madu atau jus buah sebagai pengganti air. Untuk anak-anak, cukup 1 sdt
cuka apel. Sebagian ahli menganjurkan minum banyak air, 2-3 gelas setelah
beberapa saat meminum cuka apel.
CUKA APEL BERKUALITAS,KLIK LINK DI BAWAH UNTUK PEMESANAN

Komentar
Posting Komentar